Gubernur DKI Jakarta Tinjau Warga Terdampak Banjir di Rawa Buaya dan Pastikan Bantuan Terpenuhi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, antara lain beras 500 kg, minyak goreng 50 pouch, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 buah, matras 100 buah, selimut 100 buah, family kit 100 paket, serta pakaian anak 10 paket. PMI DKI Jakarta juga memberikan bantuan tambahan berupa minyak penghangat tubuh.

“Pagi ini kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Gubernur Pramono. Hingga Sabtu pagi, tercatat 45 kepala keluarga atau 177 jiwa berada di lokasi pengungsian.

Untuk mempercepat surutnya banjir, Pemprov DKI Jakarta telah menambah pompa dari empat menjadi tujuh unit di lokasi. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dijalankan dengan intensitas 2–3 kali sehari sesuai kebutuhan untuk menurunkan curah hujan ekstrem.

Gubernur Pramono menjelaskan, banjir di Jakarta Barat dipengaruhi kiriman air dari wilayah hulu, terutama Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart. “Permukaan air di Cengkareng Drain sudah turun dari 350 menjadi 315. Batas aman 310, dan ini terus kami kejar,” jelasnya.

Penanganan banjir melibatkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, 60 pompa portable, serta 99 dump truck, 59 excavator, dan peralatan berat lainnya. Pemprov juga menyediakan pos kesehatan dan layanan sosial bagi warga yang mengungsi.

Gubernur menekankan, banjir saat ini lebih disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mencapai 200–260 mm per hari, meski penyumbatan sampah di sungai telah menurun signifikan. “Kebijakan work from home dan school from home telah kami setujui untuk keselamatan warga,” tambahnya.

Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pemprov DKI Jakarta akan menormalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Sementara langkah jangka pendek dilakukan melalui OMC, pembersihan saluran air, dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” tutup Gubernur Pramono.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Pemprov DKI Jakarta)