Menteri P2MI Resmikan Migrant Center UI, Perkuat Ekosistem Tenaga Kerja Migran Berkualitas

Bertempat di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menandai babak baru dalam sejarah perlindungan pekerja migran Indonesia.

Di sela perayaan Dies Natalis UI ke-76, Menteri Mukhtarudin meresmikan peluncuran Migrant Center UI sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) empat pihak yang strategis, melibatkan Kementerian P2MI, Universitas Indonesia, Pemerintah Kota Depok, dan Pemerintah Kota Sukabumi. Kerja sama ini bertujuan membangun ekosistem penyediaan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Ekosistem Hulu ke Hilir

Dalam sambutannya, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan perwujudan paradigma baru tata kelola pekerja migran. Fokus utamanya adalah transformasi dari penempatan tenaga kerja migran domestik (low skill) ke skilled workers dengan kompetensi medium–high skill yang terlindungi secara menyeluruh.

“Kita sedang membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Melalui kemitraan dengan UI sebagai pusat keunggulan dan Pemerintah Kota Depok serta Sukabumi sebagai basis wilayah, kita memastikan setiap pekerja migran berangkat memiliki kompetensi dan pulang dengan kesejahteraan berkelanjutan,” ujar Mukhtarudin.

Poin strategis kemitraan ini meliputi pembentukan pusat inovasi, riset, dan pelatihan yang menjembatani standar akademik dengan kebutuhan industri global, sehingga pekerja migran Indonesia memiliki sertifikasi dan keahlian yang diakui internasional.

Mandat Presiden: Fokus pada Skilled Workers

Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa kehadiran Migrant Center di kampus merupakan bukti nyata partisipasi dunia pendidikan dalam memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar kerja internasional.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita sedang menjalankan pergeseran paradigma besar dalam tata kelola pekerja migran. Kita tidak lagi hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi menyediakan skilled workers dengan kualifikasi medium–high skill. Inilah jalan menuju kemandirian dan martabat bangsa di mata dunia,” tegas Mukhtarudin di hadapan sivitas akademika UI.

Kampus sebagai Mesin Akselerasi

Peran perguruan tinggi seperti UI sangat krusial dalam mencetak tenaga kerja yang mampu bersaing secara global. Melalui Migrant Center, diharapkan tercipta standarisasi kompetensi sesuai kebutuhan industri modern di luar negeri.

“Keterlibatan UI, Pemkot Depok, dan Pemkot Sukabumi menandai lahirnya ekosistem baru. Kampus menjadi motor riset dan pelatihan, sementara pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam penyiapan warga. Ini adalah kerja keroyokan untuk memastikan perlindungan dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air,” tandas Mukhtarudin.

Akselerasi Dampak untuk Indonesia Emas

Peluncuran ini sejalan dengan tema Dies Natalis UI ke-76, “UI Unggul, Impactful, Fondasi Mandiri, Akselerasi Dampak”. Dengan terbentuknya kemitraan empat pihak, Kementerian P2MI optimistis target penyediaan tenaga kerja berkualitas dapat tercapai lebih cepat.

Sinergi Strategis: UI, Depok, dan Sukabumi

MoU yang ditandatangani mencakup pembentukan Migrant Center sebagai pusat kajian, pelatihan, dan advokasi berbasis riset, untuk memastikan pekerja migran Indonesia memiliki daya saing global. Kolaborasi ini menekankan peran dunia pendidikan dan pemerintah daerah sebagai garda terdepan pelayanan warga, sehingga ekosistem pekerja migran berkualitas dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok KemenP2MI)