Duolingo Hadirkan Mode PvP di Android Bersama Aktivasi Catur Perdana di Indonesia

Duolingo, aplikasi pembelajaran terkemuka di dunia, kini menghadirkan mode Chess Player-vs-Player (PvP) di perangkat Android. Fitur ini hadir menyusul peluncuran perdananya yang sukses di iOS pada akhir 2025, dan memperluas akses bagi pengguna Android untuk mempelajari catur melalui pendekatan ramah pemula yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan strategis. Melalui mode PvP, pembelajar dapat langsung menguji kemampuan mereka dengan menantang lawan nyata secara real-time.

Sebuah studi yang melibatkan siswa Indonesia menunjukkan bahwa 75% responden merasa lebih termotivasi dan terlibat ketika belajar melalui pendekatan gamifikasi, mencerminkan tingginya minat terhadap format pendidikan yang interaktif dan menyenangkan.

Dikembangkan berdasarkan Metode Duolingo, yang menekankan pembelajaran melalui praktik langsung alih-alih menghafal, kursus Catur mengadaptasi salah satu permainan strategi paling ikonik di dunia ke dalam format gamifikasi yang lebih mudah diakses, terutama bagi pemula.

“Kami melihat keterlibatan yang kuat dari pembelajar yang mencoba mode Chess PvP di iOS. Dengan menghadirkannya ke Android, kami dapat menjangkau lebih banyak pengguna, terutama di pasar yang mengutamakan perangkat seluler seperti Indonesia,” ujar Irene Tong, Regional Marketing Manager, South East Asia.

Ia menambahkan, bermain melawan orang lain terkadang terasa mengintimidasi bagi sebagian pengguna. “Ke depan, kami tengah menyiapkan sejumlah pembaruan agar pengalaman PvP terasa lebih ramah dan menyenangkan, khususnya bagi pemain pemula. Pada dasarnya, catur bukan hanya soal strategi, tetapi juga tentang terhubung dengan orang lain dan mengasah kemampuan berpikir kritis. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang inklusif dan memberdayakan bagi para pembelajar,” kata Tong.

Melalui kursus Catur Duolingo, pembelajar diajak memulai dari dasar, seperti memahami pergerakan tiap bidak, sebelum secara bertahap meningkatkan kemampuan lewat penyelesaian teka-teki dan pertandingan mini yang dipandu oleh Oscar, pelatih catur di dalam aplikasi. Sekitar 75% materi kursus disajikan dalam bentuk teka-teki yang dirancang untuk melatih penguasaan taktik dasar secara langsung, sedangkan sisanya berupa permainan mini dan permainan penuh untuk menerapkan strategi yang telah dipelajari.

Melalui latihan yang dipersonalisasi dengan tingkat kesulitan bertahap, pembelajar dibimbing dari langkah-langkah terpandu hingga mampu menyelesaikan skakmat secara mandiri dalam format yang ringkas dan terstruktur. Untuk mengakses mode PvP, pengguna dapat membuka tab Matches dan memilih opsi “Play a Person” untuk dipasangkan dengan lawan berkemampuan setara. Fitur ini memungkinkan pembelajar menerapkan materi yang telah dipelajari dalam suasana sosial sekaligus kompetitif.

Tong menambahkan, kehadiran mode PvP di Android diharapkan meningkatkan “likuiditas” pertandingan, yakni ketersediaan lawan lebih banyak sehingga waktu tunggu untuk mendapatkan lawan menjadi lebih singkat secara global, termasuk bagi pemain dengan peringkat ELO tinggi.

Duolingo juga tengah menyiapkan sejumlah pembaruan untuk memperkuat pengalaman belajar kursus Catur, termasuk fitur bermain bersama teman, ulasan permainan, ekspansi ke platform web, serta pengembangan konten tingkat lanjut. Langkah ini bertujuan agar kursus Catur lebih mudah diakses dan relevan bagi pembelajar dengan berbagai tingkat kemampuan.

Sebagai bagian dari peluncuran, Duolingo menggelar aktivasi pop-up Catur di Taman Literasi Blok M, Jakarta, pada 6–13 Februari. Area ini ditata sebagai zona pembelajaran interaktif dengan papan catur berukuran besar. Pengunjung dapat bertemu maskot Duolingo, King Duo, mengikuti tantangan catur dari materi aplikasi, sesi teka-teki langsung, mini lesson, dan mendapatkan hadiah menarik.

Kursus Catur Duolingo dapat diakses secara gratis melalui perangkat Android dan tersedia dalam enam bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, dan Portugis.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Duolingo)