Astra terus memperkuat perannya dalam mendukung kontribusi generasi muda Indonesia melalui penyelenggaraan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2025. Program ini memberikan apresiasi kepada generasi muda yang mampu menjawab tantangan di masyarakat melalui solusi nyata dan berkelanjutan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi, melalui proses seleksi dan penjurian yang ketat.
“Sejak diselenggarakan pada 2010, SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 792 pemuda Indonesia dan terintegrasi dengan lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra serta Kampung Berseri Astra di 35 provinsi. Program ini menjadi momentum untuk menegaskan peran generasi muda yang memiliki keberanian, kemauan, dan konsistensi dalam menghadapi berbagai persoalan di sekitarnya melalui solusi nyata bagi masyarakat. Semangat dan karakter inilah yang menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk terus bergerak maju dan membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.
Pada bidang Kesehatan, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2025 Alvin Henri dari Provinsi Sumatra Utara memulai inisiatifnya dari pengalaman pribadi saat menempuh pendidikan kedokteran. Ia melihat adanya kesenjangan akses pembelajaran antara mahasiswa dan tenaga medis di daerah dengan mereka yang berada di pusat pendidikan, khususnya terkait pembaruan ilmu, buku, dan pelatihan berkelanjutan. Kondisi tersebut berdampak pada kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan layanan medis di lapangan.
Berangkat dari hal tersebut, Alvin mengembangkan ruang belajar bersama yang berfokus pada pembelajaran praktis dan terstruktur. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi Medsense, sebuah platform edukasi medis digital yang menyediakan materi pembelajaran, latihan, dan evaluasi yang dapat diakses secara fleksibel oleh mahasiswa kedokteran hingga dokter. Melalui Medsense, akses pembelajaran medis menjadi lebih inklusif dan merata, khususnya bagi tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa.
Pada bidang Kewirausahaan, Penerima Apresiasi Tatag Adi Sasono dari Provinsi Jawa Timur mengembangkan Mitra Ternak Farm berdasarkan pengalamannya menghadapi berbagai tantangan dalam merintis usaha peternakan desa. Keterbatasan modal, risiko penyakit ternak, serta rendahnya kepercayaan pasar menjadi hambatan utama. Untuk menjawab tantangan tersebut, Tatag membangun model titip ternak berbasis teknologi yang menghubungkan peternak lokal dengan mitra dari berbagai daerah, termasuk pekerja migran Indonesia. Model ini meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan, sekaligus memperkuat ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
Pada bidang Pendidikan, Penerima Apresiasi Imelda Riris Damayanti dari Provinsi DKI Jakarta menaruh perhatian pada pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan dunia kerja. Melalui Never Okay Project, Imelda mengembangkan pendekatan pencegahan yang sistemik dengan melibatkan institusi pendidikan, organisasi tempat kerja, dan komunitas profesional. Upaya ini diwujudkan melalui penyusunan kebijakan internal, pengembangan sistem pelaporan yang aman dan terstruktur, serta pendampingan bagi penyintas agar memperoleh dukungan yang layak.
Sementara itu, pada bidang Lingkungan, Penerima Apresiasi Hanzalah Rangkuti dari Provinsi Sumatra Utara menyoroti persoalan sampah plastik di kawasan wisata Bukit Lawang yang berdampak pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, ia membangun Sumatera Trash Bank, solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan pendekatan ekonomi sirkular. Melalui sistem tabungan sampah, masyarakat didorong mengelola sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menjaga kebersihan kawasan wisata.
Pada bidang Teknologi, Penerima Apresiasi Oka Bayu Pratama dari Provinsi Jawa Timur mengembangkan SeeShark, aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang membantu identifikasi spesies hiu secara cepat dan akurat. Aplikasi ini memungkinkan nelayan menghindari penangkapan spesies hiu yang dilindungi, mendukung keberlanjutan ekosistem laut, serta meningkatkan kualitas data perikanan dan praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab.
Kelima kisah tersebut menunjukkan bahwa inisiatif yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan di sekitar dapat berkembang menjadi solusi berdampak luas. Dengan pendekatan yang beragam namun tujuan yang sejalan, para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2025 membuktikan bahwa perubahan dapat dibangun melalui kolaborasi, konsistensi, dan keberanian untuk bertindak.
Komitmen Astra untuk terus mendukung dan mengapresiasi peran aktif generasi muda sejalan dengan cita-cita sejahtera bersama bangsa serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
