PT LRT Jakarta (Perseroda) resmi merombak jajaran Dewan Komisaris dengan menunjuk dua figur baru, Muhammad Masyhud dan Irwan Setiawan. Penunjukan ini menggantikan posisi Azas Tigor Nainggolan dan M. Pramintohadi Sukarno, sementara Iwan Takwin tetap menjabat sebagai Komisaris Utama.
“Pemegang saham, manajemen, dan seluruh insan PT LRT Jakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Azas Tigor Nainggolan dan Mohamad Pramintohadi Sukarno atas dedikasi dan kontribusi tulus yang telah diberikan kepada PT LRT Jakarta,” ujar manajemen LRT Jakarta, Senin (5/1/2026).
Muhammad Masyhud saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan. Ia dikenal sebagai birokrat karier yang telah lama berkiprah di bidang transportasi. Masyhud diangkat sebagai Dirjen Hubla pada 2025, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepelabuhanan pada periode 2023–2023. Beberapa jabatan lain yang pernah diembannya antara lain Kasubdit Pelayanan Jasa dan Usaha Pelabuhan, Kabag Perencanaan, dan Kepala Kantor UPP Kelas II Nipah Panjang.
Berbeda dengan Masyhud, Irwan Setiawan, yang kerap disapa Awing, memiliki latar belakang sebagai aktivis dan politisi di Jakarta.
Penunjukan Masyhud dan Irwan sebagai Komisaris LRT Jakarta berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) di luar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT LRT Jakarta pada 2 Januari 2026.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT LRT Jakarta yang baru:
KOMISARIS
Komisaris Utama: Iwan Takwin
Komisaris: Muhammad Masyhud
Komisaris: Irwan Setiawan
DIREKSI
Direktur Utama: Roberto Akyuwen
Direktur: Aditia Kesuma Negara Dalimunthe
Direktur: Sahurdi.***(Foto: Ekobisnis.com/FD)
