PT RMK Energy Tbk (RMKE) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Bumi Resources Tbk melalui anak usahanya PT Pendopo Energi Batubara (PEB) untuk mengembangkan infrastruktur pertambangan serta optimalisasi logistik batubara di Sumatera Selatan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PEB Maringan M. Ido Hotna Hutabarat dan Direktur Utama RMKE Vincent Saputra di Jakarta.
Kerja sama ini bertujuan untuk mensinergikan potensi kedua perusahaan. Dalam kolaborasi tersebut, RMKE akan membangun infrastruktur logistik vital yang menghubungkan area tambang PEB dengan jaringan logistik milik RMKE, mulai dari jalan hauling, stasiun muat, stasiun bongkar hingga pelabuhan.
Dengan pembangunan infrastruktur pendukung tersebut, PEB akan mengalokasikan hasil produksi batubaranya kepada RMKE.
Poin utama kerja sama
Beberapa poin utama dalam kerja sama tersebut meliputi:
1. Pembangunan Infrastruktur
RMKE melalui afiliasinya berencana membangun jalan akses dan stasiun muat (loading station) di lokasi strategis yang dekat dengan wilayah tambang PEB di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Infrastruktur ini nantinya akan menjadi aset milik RMKE.
2. Pemanfaatan Fasilitas
PEB diberikan izin untuk menggunakan jalan akses dan stasiun muat tersebut guna mendukung operasional pertambangannya.
3. Jual Beli Batubara
PEB akan menjual hasil produksi batubaranya kepada RMKE dengan volume yang akan disepakati lebih lanjut dalam perjanjian definitif.
4. Integrasi Logistik Kereta Api
RMKE juga akan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pengangkutan batubara milik PEB, sehingga memastikan rantai pasok yang efisien dari area tambang hingga pelabuhan.
5. Eksklusivitas Penggunaan Pelabuhan
Selama PEB memanfaatkan fasilitas infrastruktur yang dibangun RMKE, perusahaan tersebut sepakat menggunakan jasa pelabuhan milik RMKE untuk pengiriman dan penjualan batubara, baik kepada RMKE maupun kepada pihak ketiga.
Direktur Utama RMKE Vincent Saputra mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan logistik di Sumatera Selatan.
“Dengan membangun infrastruktur yang terintegrasi langsung dengan tambang PEB, kami tidak hanya meningkatkan volume angkutan dan penjualan batubara perseroan, tetapi juga memberikan solusi logistik yang efisien bagi mitra kami,” ujar Vincent.
Ia menambahkan, PEB merupakan salah satu dari lima klien baru yang akan terhubung dengan fasilitas logistik milik RMKE.
“Dengan semakin banyaknya klien yang terhubung langsung dengan fasilitas logistik tersebut, hal ini diharapkan dapat mendukung Perseroan mencapai target volume pengangkutan jasa batubara sebesar 12,7 juta ton serta target penjualan batubara sebesar 3,6 juta ton, termasuk opsi pembelian batubara dari area tambang,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PEB Maringan M. Ido Hotna Hutabarat menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi dengan RMKE akan memastikan kelancaran distribusi batubara perusahaan.
“Dukungan infrastruktur yang andal sangat krusial bagi operasional PEB, dan kami percaya kemitraan ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok PT RMK Energy Tbk)
