Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, mendorong peningkatan penempatan pekerja migran Indonesia di sektor digital melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, salah satunya dengan Binus University.
Hal tersebut disampaikan Wamen Christina usai menerima kunjungan akademisi Binus di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Wamen Christina menekankan bahwa Binus University memiliki potensi besar mencetak talenta digital, mulai dari bidang teknologi informasi, ilmu komputer (computer science), hingga sistem informasi, dengan jumlah alumni yang telah mencapai lebih dari 120 ribu orang.
“Minat lulusan Binus bekerja di luar negeri cukup tinggi, khususnya di sektor digital. Namun mereka masih menghadapi kendala mengakses informasi dan jalur penempatan yang tepat,” ujar Wamen Christina.
Menurutnya, potensi tenaga kerja Indonesia di sektor digital sangat besar. Namun, penempatan pekerja migran di sektor ini masih terbatas.
“Selama ini jumlah lowongan di sektor digital masih sedikit. Ini bukan karena tidak ada kebutuhan, melainkan karena belum ada keyakinan dari agensi penempatan bahwa Indonesia mampu menyuplai tenaga kerja digital yang siap kerja,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Untuk itu, Kementerian P2MI akan mulai fokus pada pengembangan sektor digital sebagai peluang strategis penempatan pekerja migran Indonesia. Langkah ini mencakup pemetaan potensi kebutuhan tenaga kerja global, penguatan kompetensi calon pekerja migran, serta peningkatan kualitas suplai tenaga kerja digital dari dalam negeri.
“Kami ingin memastikan Indonesia mampu menghadirkan talenta digital yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar global,” tambahnya.
Wamen Christina juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan sebagai kunci merumuskan kebijakan yang tepat guna, sekaligus memastikan perlindungan bagi pekerja migran.
“Kami menyambut baik masukan dari akademisi Binus, sebagai bagian dari upaya memformulasikan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja global,” tutup Christina Aryani.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok KemenP2MI)
