WOM Finance Gelar RUPST dan RUPSLB 2026, Perkuat Kinerja dan Permodalan

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (30/3). Kegiatan ini berlangsung di Function Hall, Gedung Sentral Senayan 3 Lantai 28, Jl. Asia Afrika No. 8, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, serta dilaksanakan secara fisik dan elektronik melalui Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI) yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Dalam RUPST tersebut, Perseroan membahas dan menyetujui sejumlah agenda tahunan, antara lain persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, perubahan susunan pengurus Perseroan, serta penetapan pembagian tugas dan wewenang Direksi.

Selain itu, RUPST juga menetapkan besaran remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah untuk tahun buku 2026, serta menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahun 2025.

Sementara itu, dalam RUPSLB, Perseroan menyetujui perubahan Anggaran Dasar terkait penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, serta rencana pengalihan atau penjaminan sebagian besar maupun seluruh piutang milik Perseroan.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan sepanjang tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang menantang, Perseroan tetap mampu membukukan kinerja yang solid serta secara konsisten membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, Perseroan mencatat penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun atau tumbuh 9,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset meningkat 6,08% menjadi Rp7,37 triliun dan ekuitas naik 4,81% menjadi Rp1,98 triliun.

Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar, dengan Return on Asset (ROA) sebesar 2,41% dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45%. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,17% dan NPF net sebesar 0,95%.

Menurut Cincin Lisa, pencapaian tersebut mencerminkan pengelolaan risiko yang prudent serta konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika industri pembiayaan nasional.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan, pada tahun 2025 WOM Finance telah menerbitkan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap II dengan nilai Rp1,5 triliun. Selain itu, Perseroan juga memperoleh tambahan fasilitas kredit dari perbankan sebesar Rp1,65 triliun.

Dalam RUPST 2026, Perseroan juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Adapun susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah WOM Finance adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Steffano Ridwan – Presiden Komisaris
Thillagavathy Nadason – Komisaris
Taufik Aulia – Komisaris
Sarastri Baskoro – Komisaris Independen
Rallyati Arianto Wibowo – Komisaris Independen

Direksi:

Cincin Lisa Hadi – Direktur
Hendrik Progo – Direktur
Ir. Paulus Cholot Janala – Direktur

Dewan Pengawas Syariah:

Dr. H. Abdul Jabar Majid, M.A. – Ketua
Prof. Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen – Anggota

Dalam RUPSLB 2026, Perseroan juga memperoleh persetujuan atas perubahan sejumlah ketentuan dalam Anggaran Dasar. Selain itu, disetujui pula rencana pengalihan hak atau penjaminan sebagian besar maupun seluruh piutang milik Perseroan.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas dan mendukung strategi pendanaan Perseroan, sekaligus memastikan implementasi strategi korporasi berjalan sesuai prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.***(Foto: Ekobisnis.com/Purwa)