(Dari kiri kekanan) Direktur Indocement, Sunnira Ly, Direktur utama Indocement, Christian Kartawijaya dan Direktur Indocement, Oey Marcos berfoto bersama disela Konferensi Pers Paparan Publik Kinerja Indocement Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (1/4/2026). PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) mencatat total penjualan semen dan klinker sebesar 19,941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dibandingkan 2024. Penurunan ini terutama disebabkan turunnya volume penjualan domestik sebesar −3,9%, sementara penjualan ekspor justru meningkat +73,9%. Pendapatan Neto Perseroan pada 2025 tercatat Rp17.731,2 miliar, menurun −4,4% dari tahun sebelumnya. Beban Pokok Pendapatan turun −4,2% menjadi Rp11.961,3 miliar, menghasilkan laba kotor sebesar Rp5.769,9 miliar dengan margin 32,5% terhadap pendapatan bersih. Beban usaha menurun −1,1% menjadi Rp3.683,0 miliar, didukung keuntungan divestasi sebesar Rp670 miliar dari pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama. Beban Operasi Lain Neto tercatat minus Rp49,9 miliar, terutama akibat rugi selisih kurs. Secara keseluruhan, margin laba usaha tercatat 15,3% dan margin EBITDA 24,1% pada 2025. Pendapatan keuangan neto turun 91,1% menjadi Rp6,7 miliar, sementara bagian atas laba neto entitas asosiasi neto menurun 74,6% menjadi Rp37 miliar, seiring tingginya laba pada 2024 terkait penjualan lahan. Beban pajak penghasilan neto tercatat Rp487,6 miliar, turun 7,1%, sehingga laba tahun berjalan mencapai Rp2.248,8 miliar, meningkat +12%.***(Foto: Ekobisnis.com/Purwa)
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) mencatat total penjualan semen dan klinker sebesar 19,941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dibandingkan 2024. Penurunan ini terutama disebabkan turunnya volume penjualan domestik sebesar −3,9%, sementara penjualan ekspor justru meningkat +73,9%.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) mencatat total penjualan semen dan klinker sebesar 19,941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dibandingkan 2024. Penurunan ini terutama disebabkan turunnya volume penjualan domestik sebesar −3,9%, sementara penjualan ekspor justru meningkat +73,9%.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) mencatat total penjualan semen dan klinker sebesar 19,941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dibandingkan 2024. Penurunan ini terutama disebabkan turunnya volume penjualan domestik sebesar −3,9%, sementara penjualan ekspor justru meningkat +73,9%.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) mencatat total penjualan semen dan klinker sebesar 19,941 ribu ton pada 2025, turun −2,7% dibandingkan 2024. Penurunan ini terutama disebabkan turunnya volume penjualan domestik sebesar −3,9%, sementara penjualan ekspor justru meningkat +73,9%.