EKOBISNIS.COM: PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ), perusahaan jasa pertambangan terintegrasi yang berfokus pada penyewaan alat berat dan konstruksi, mengumumkan capaian kinerja operasional yang solid hingga Februari 2026. Kinerja positif ini didorong oleh sinergi operasional yang efektif, khususnya pemanfaatan penuh hauling road milik grup, PT RMK Energy Tbk (RMKE IJ), serta respons strategis terhadap dinamika pasar dan regulasi.
Pertumbuhan Kuat di Segmen Penyewaan Alat Berat dan Transportasi
Segmen penyewaan alat berat RMKO menunjukkan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan. Volume pengangkutan melalui fasilitas Train Loading Station (TLS) meningkat signifikan hingga 3,1 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan muatan batubara yang diangkut melalui kereta api sebesar 275,2 ribu ton, melonjak tajam dari 88,7 ribu ton pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja TLS tersebut turut didukung oleh pertumbuhan volume pengangkutan melalui hauling road sebesar 24,0% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari 45,0 ribu ton menjadi 55,8 ribu ton. Selain volume yang ditangani langsung oleh RMKO, peningkatan TLS juga didorong oleh aktivitas pihak ketiga yang memanfaatkan infrastruktur hauling road yang sama, mencerminkan nilai strategis aset tersebut.
Ekspansi Jasa Pertambangan ke Pihak Ketiga
Di segmen jasa pertambangan, RMKO mulai menggarap operasional penambangan untuk pihak ketiga yang telah menjadi pelanggan RMKE sejak 2025. Melalui skema opsi pembelian batubara di mulut tambang, Perseroan tidak hanya menyediakan layanan operasional, tetapi juga menghadirkan solusi terintegrasi yang meningkatkan nilai tambah bagi mitra.
Hingga Februari 2026, RMKO mencatat peningkatan volume overburden removal (OB removal) dari tambang pihak ketiga sebesar 33,0% yoy menjadi 212,5 ribu bcm. Sementara itu, volume produksi batubara dari tambang pihak ketiga mencapai 49,1 ribu ton.
Komitmen di Tengah Tantangan Operasional
Direktur Utama RMKO, William Saputra, mengungkapkan bahwa Perseroan sempat menghadapi sejumlah tantangan operasional.
“Volume pengangkutan dan muatan TLS sempat melambat akibat faktor cuaca, proses administrasi pertambangan (RKAB), serta periode low season. Namun demikian, RMKO tetap mampu menunjukkan tren peningkatan yang konsisten hingga Februari 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa operasional penuh fasilitas hauling road milik RMKE telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kinerja Perseroan. Momentum ini semakin diperkuat dengan implementasi peraturan pemerintah daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara, efektif sejak 1 Januari 2026.
“Regulasi ini menegaskan posisi hauling road kami sebagai infrastruktur yang vital dan strategis di wilayah operasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dalam grup untuk mendorong peningkatan volume batubara dari tambang pihak ketiga, dengan dukungan infrastruktur yang terintegrasi secara optimal,” tutup William.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok RMKO)
