Tinjau Rusun Subsidi Kemayoran, Menteri PKP Tekankan Keterlibatan Masyarakat

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau lokasi rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/1/2026).

Menteri yang akrab disapa Ara tersebut menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya pemerintah mencatat capaian positif dalam pembangunan rumah subsidi tapak, dengan tingkat permintaan masyarakat yang cukup tinggi.

Memasuki tahun 2026, pemerintah akan mulai mengalihkan fokus pada pembangunan rumah susun subsidi sebagai solusi penyediaan hunian di wilayah perkotaan.
“Dari data terlihat permintaan rumah subsidi tapak cukup bagus. Tahun ini kami akan mulai lebih fokus pada pembangunan rumah susun subsidi,” tegas Menteri Ara.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara mengapresiasi keseriusan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) dalam menyiapkan pembangunan rusun subsidi, termasuk melalui pelaksanaan survei kepada calon konsumen.

Menurutnya, kebijakan perumahan harus melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan. Ia menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi warga, baik terkait kebutuhan hunian maupun kemampuan finansial.

“Saya senang Perumnas sangat serius. Tahun lalu saya sudah datang ke sini dan meminta dilakukan survei kepada calon konsumen. Jangan sampai kebijakan negara tidak mengajak rakyat bicara, dan itu sudah dilakukan. Kesiapannya sudah terlihat,” ujarnya.

Menteri Ara juga meminta agar masyarakat dipermudah, khususnya dalam aspek pembiayaan. Selain itu, ia menekankan agar besaran iuran pengelolaan lingkungan (IPL) tidak ditetapkan terlalu tinggi sehingga tidak memberatkan konsumen.

“Masyarakat harus didengar, maunya apa, kemampuannya bagaimana. Rakyat harus dipermudah, termasuk dari sisi pembiayaan. Utamakan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ini dan perhatikan fasilitas apa saja yang dibutuhkan,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan rusun subsidi harus tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, percepatan pembangunan, serta kualitas hunian.
“Harus sesuai aturan, cepat, dan kualitas huniannya harus dijaga,” tambahnya.

Sebagai informasi, rumah susun subsidi Alonia di Kemayoran merupakan kelanjutan dari pengembangan Rusunami Bandar Kemayoran (RBK). Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 3.750 meter persegi, terdiri atas satu tower setinggi 32 lantai dengan total 609 unit hunian. Peletakan batu pertama direncanakan pada akhir Februari 2026.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Kementerian PKP)