Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat memberikan kuliah umum bagi Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Gedung Gatot Subroto Seskoad, Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026). Sebanyak 282 pasis yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pasis dari negara sahabat tampak antusias dalam menerima pembekalan materi yang disampaikan. Dalam arahannya Suharyanto menyampaikan BNPB terus memperkuat sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh, mulai dari tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi, guna melindungi masyarakat serta menjaga ketahanan nasional. BNPB terus mengembangkan sistem mitigasi berbasis teknologi, salah satunya melalui pembangunan Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) serta pemasangan sensor, sirine, dan dashboard pemantauan berbasis real-time.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok BNPB)
Sebanyak 282 pasis yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pasis dari negara sahabat tampak antusias dalam menerima pembekalan materi yang disampaikan.
Sebanyak 282 pasis yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pasis dari negara sahabat tampak antusias dalam menerima pembekalan materi yang disampaikan.
Sebanyak 282 pasis yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pasis dari negara sahabat tampak antusias dalam menerima pembekalan materi yang disampaikan.
Sebanyak 282 pasis yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Udara (AU), TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pasis dari negara sahabat tampak antusias dalam menerima pembekalan materi yang disampaikan.