Boneka Trilili Binaan Yayasan Astra Raih Apresiasi Dirjen IKMA

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Ir. Reni Yanita, M.Si, melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas produksi CV Triangsa Mandiri di Gunung Putri, Bogor. Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pemantauan langsung terhadap perkembangan pesat pelaku usaha binaan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra).

CV Triangsa Mandiri dikenal sebagai produsen mainan dan boneka anak yang berhasil mengembangkan skala bisnisnya sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Usaha yang dipimpin Tri Nurwati ini memulai perjalanannya pada 2017 dengan skala sederhana dan hanya mempekerjakan 10 warga sekitar.

Berkat ketekunan dan strategi bisnis yang terarah, perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan signifikan. Saat ini, CV Triangsa Mandiri telah memberdayakan 33 karyawan lokal. Peningkatan penyerapan tenaga kerja ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam berkontribusi mengurangi pengangguran di wilayah Gunung Putri dan sekitarnya, sekaligus meningkatkan taraf hidup puluhan keluarga.

Dalam proses pengembangannya, Yayasan Astra memberikan pendampingan terkait aspek Quality, Cost, dan Delivery (QCD) agar perusahaan mampu memahami kebutuhan calon pelanggan dan menjangkau pasar yang lebih luas. CV Triangsa Mandiri juga mengikuti Pelatihan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) melalui Pusat Pendampingan UMKM (PPU) Bogor–Citeureup dan telah menerapkannya di seluruh area produksi. Implementasi budaya kerja ini mendukung efisiensi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Selain itu, perusahaan memperoleh pelatihan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) guna memastikan penetapan harga yang sesuai dengan biaya produksi dan tetap memberikan keuntungan usaha.

Dari sisi produk, CV Triangsa Mandiri aktif melakukan inovasi serta memastikan legalitas usaha. Perusahaan telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk merek dagang Trilili, yang menjadi identitas produk boneka berkarakter hewan. Produk-produk ini diminati oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan konsumen juga dibuktikan melalui perolehan Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh lini produk. Sertifikasi ini menjamin setiap boneka telah melalui proses uji kelayakan dan keamanan yang ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga tahap akhir penyelesaian.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pelaku usaha lokal terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas. Pencapaian CV Triangsa Mandiri menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, inovasi yang relevan, serta komitmen terhadap kualitas, produk dalam negeri mampu menjadi kebanggaan nasional sekaligus menggerakkan perekonomian dari tingkat akar rumput.

Ke depan, diharapkan semakin banyak wirausahawan tangguh yang mampu mereplikasi kesuksesan ini demi terwujudnya industri nasional yang mandiri, berkelanjutan, dan inklusif.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Astra)