Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan terkait sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Nota kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2).
Gubernur Pramono Anung menjelaskan, melalui nota kesepakatan ini diharapkan tercipta penguatan sinergi pengawasan dan peningkatan efektivitas tata kelola pemerintahan yang akuntabel, berintegritas, dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional dan daerah, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai kota yang berkelas global dan berbudaya.
“Bagi Jakarta, peran BPKP sangat sentral. Kami membuka diri seluas-luasnya agar BPKP dapat mengawasi, memonitor, dan memberikan atensi terhadap seluruh proses pemerintahan,” kata Pramono.
Pramono meyakini, sinergi pengawasan dengan BPKP akan memberikan dampak positif tidak hanya di internal Balai Kota, tetapi juga pada BUMD yang berada di bawah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta. “Saya yakin, seluruh pihak akan merasa bekerja dengan aman dan nyaman, termasuk BUMD yang ada,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menekankan bahwa dalam kerja sama ini, BPKP akan berperan sebagai mitra strategis Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) agar terintegrasi dalam setiap kebijakan.
Selain itu, BPKP juga mendorong peningkatan kualitas manajemen risiko sebagai early warning system, serta mengawal akuntabilitas dan efektivitas pembangunan.
“Kami siap membantu Gubernur memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan Pemprov DKI benar-benar menghasilkan dampak nyata, sehingga Jakarta dapat menjadi Kota Global dan Berbudaya seperti yang dicita-citakan,” ungkap Ateh.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok BPKP)
