Cuaca Ekstrem Ganggu Operasional, KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta di Jawa

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa berdampak signifikan terhadap kelancaran perjalanan kereta api. Kondisi tersebut memaksa KAI membatalkan hingga 82 perjalanan kereta api antarkota.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, terdapat sejumlah titik banjir yang memengaruhi operasional perjalanan kereta api, terutama di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Situasi ini memerlukan pengaturan operasional khusus sebagai langkah pengamanan demi menjaga keselamatan perjalanan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan gangguan operasional tersebut merupakan dampak faktor alam di luar kendali perusahaan atau force majeure, sehingga keselamatan pelanggan dan petugas menjadi prioritas utama.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan genangan dan banjir di lintasan maupun emplasemen, KAI mengambil langkah pengamanan maksimal, termasuk pembatalan dan pengaturan perjalanan kereta api. Seluruh keputusan ini diambil semata-mata untuk menjaga keselamatan pelanggan dan mencegah risiko yang lebih besar,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).

Di wilayah Daop 4 Semarang, banjir terjadi pada petak jalan antara Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi di Km 88+900 hingga Km 89+100 yang berdampak pada jalur hulu dan hilir. Gangguan dipicu luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan akibat hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang.

Saat ini, perjalanan kereta api di lokasi tersebut hanya dapat dilalui melalui satu jalur hulu dengan pengamanan ketat, termasuk penggunaan lokomotif BB304, sambil menunggu kondisi lintasan dinyatakan aman.

Gangguan di lintas Pekalongan–Sragi bermula sejak Jumat (16/1) dini hari ketika banjir mulai menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan dan menimbulkan rintang jalan. Penanganan dilakukan secara bertahap melalui penambahan balas dan pengangkatan jalur rel.

Namun, hujan lebat kembali terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu (17/1) dini hari, menyebabkan luapan Sungai Bermi dan limpasan Sungai Meduri sehingga jalur rel terendam hingga sekitar 23 sentimeter. Kondisi diperparah pada Minggu pagi dengan jebolnya tanggul sungai di Km 89+100. Proses penanganan dilakukan berpacu dengan kondisi alam, termasuk hujan yang masih berlangsung serta pengaruh pasang laut di pesisir utara Jawa.

Sementara itu, di wilayah Daop 1 Jakarta, genangan air terpantau di sejumlah lokasi operasional, antara lain emplasemen Stasiun Kampung Bandan, petak jalan Jakarta Kota–Tanjung Priok, emplasemen Jakarta Gudang, emplasemen Jakarta Kota, serta emplasemen Sungai Lagoa. Hujan deras sejak dini hari menyebabkan ketinggian air di beberapa titik sempat mencapai sekitar 10 sentimeter dari kepala rel.

Untuk menjaga keselamatan perjalanan, KAI memberlakukan pembatasan kecepatan, pemasangan semboyan pengamanan, serta pengaturan dan rekayasa operasional perjalanan kereta api dan layanan Commuter Line.

Sepanjang periode Jumat, 16 Januari hingga Minggu, 18 Januari 2026, total perjalanan kereta api antarkota di wilayah Jawa tercatat sebanyak 593 perjalanan. Dari jumlah tersebut, KAI membatalkan 82 perjalanan, dengan rincian 21 perjalanan dibatalkan pada Jumat (17/1/2026) dan 61 perjalanan pada Minggu (18/1/2026). Selain itu, sebanyak 17 perjalanan diberlakukan pola operasi memutar melalui lintas Cirebon–Kroya–Yogyakarta–Solo guna menghindari lintasan terdampak banjir.

KAI juga mencatat 76 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan rata-rata kelambatan sekitar 240 menit. Hingga Minggu siang, sebanyak 51 perjalanan keberangkatan Jumat (17/1) masih dalam perjalanan dan belum mencapai tujuan.

Kelambatan tertinggi tercatat pada KA 260B Tawang Jaya relasi Pasar Senen–Semarang Poncol dengan keterlambatan 445 menit untuk keberangkatan, serta KA 21A Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir dengan keterlambatan kedatangan mencapai 484 menit.

Pada layanan angkutan barang, KAI membatalkan 16 perjalanan kereta api barang, termasuk relasi Kalimas Surabaya–Tanjung Priok. Sementara itu, pada layanan Commuter Line Jabodetabek, KAI memberlakukan rekayasa operasional dengan membatalkan sebagian relasi sebagai langkah pengamanan.

Hingga Minggu (18/1) pukul 08.00 WIB, jumlah pembatalan tiket Kereta Api Jarak Jauh tercatat mencapai 8.615 tiket. Pembatalan dilakukan oleh pelanggan seiring adanya pembatalan perjalanan dan rekayasa operasional akibat kondisi banjir.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan KAI terus melakukan pemulihan operasional secara bertahap dan terpadu melalui perbaikan prasarana di lokasi terdampak, rekayasa pola operasi, penyiapan sarana dan rangkaian cadangan, serta pembatalan perjalanan pada kondisi tertentu demi keselamatan.

“Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Di lapangan, KAI juga menerapkan berbagai langkah operasional, termasuk penggunaan lokomotif BB hidrolis dan lokomotif CC 300 milik DJKA untuk melintasi lokasi genangan, dengan konsekuensi penambahan rata-rata kelambatan sekitar 150 menit per perjalanan,” ujar Anne.

Anne menambahkan, selain penanganan jangka pendek, KAI juga memperkuat langkah preventif jangka panjang melalui koordinasi lintas pihak dengan pemerintah daerah, instansi teknis, dan para pemangku kepentingan terkait agar prasarana perkeretaapian semakin siap menghadapi cuaca ekstrem ke depan.

“Kami mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan. KAI akan terus menyampaikan perkembangan kondisi operasional secara berkala kepada masyarakat. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan kereta akibat banjir,” tutup Anne.***(Foto: Ekobisnis.com/Dwi Purnomo)