EKOBISNIS.COM: Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengembangkan Banda Aceh Akademi sebagai pusat pelatihan tenaga kerja yang terintegrasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
Ia mendorong agar penguatan pelatihan kerja tersebut semakin diarahkan berbasis kebutuhan pasar global.
“Kami melihat Banda Aceh sudah memiliki langkah maju dengan menghadirkan Banda Aceh Akademi yang terintegrasi dengan BLK. Ini menjadi pusat pelatihan yang sangat strategis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat,” ujar Christina usai pertemuan dengan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, di Banda Aceh, Kamis (9/4/2026) malam.
Christina menegaskan, pelatihan kerja yang terpusat dan terstruktur menjadi modal penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Ia juga menekankan pentingnya mengarahkan program pelatihan pada sektor-sektor yang memiliki peluang besar di luar negeri.
“Kami mendorong agar pelatihan difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki peluang kerja di luar negeri, sehingga masyarakat memiliki akses lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut, pemerintah pusat dan daerah turut memetakan sejumlah sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan serta telah memiliki pangsa pasar di luar negeri.
Menurut Christina, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam membangun ekosistem penyiapan pekerja migran yang terarah, kompeten, dan sesuai kebutuhan pasar kerja global.
“Sektor kesehatan seperti perawat dan caregiver, serta sektor hospitality seperti food and beverage, termasuk barista, menjadi bidang yang memiliki peluang besar,” ungkapnya.
Sebelumnya, Christina juga mengunjungi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Aceh serta melakukan pembinaan pegawai di Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh.
“Kami ingin memastikan seluruh ekosistem, mulai dari pendidikan, pelatihan, hingga pelindungan, berjalan selaras dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang berkualitas,” pungkasnya.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok KemenP2MI)
