Dukung Pemulihan Pascabencana, SIG Salurkan 36.000 Bata Interlock Presisi ke Kampung Talang Sumatra Barat

Salah satu fokus percepatan pemulihan pascabencana banjir di Sumatra adalah pembangunan hunian yang cepat, tahan lama, dan efisien. Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengirimkan 36.000 bata interlock presisi untuk mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat, yang terkena bencana hidrometeorologi pada November 2025.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan hunian yang aman dan layak dengan waktu pembangunan yang cepat.

“Bata interlock presisi merupakan solusi konstruksi yang presisi, kuat, dan mempercepat proses pembangunan huntap. Ini adalah bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak,” ujar Vita Mahreyni.

Pelepasan Pengiriman Perdana

Pengiriman perdana bata interlock presisi dilakukan oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, bersama Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi SIG, serta manajemen PT Semen Padang di kawasan Pabrik Indarung, Sumatra Barat, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Inovasi Bata Interlock Presisi

Bata interlock presisi adalah produk derivatif yang dikembangkan SIG sejalan dengan Prabowo Subianto, khususnya dalam percepatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur perumahan serta penguatan kawasan permukiman yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“SIG berkomitmen mendukung pembangunan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan. Inovasi seperti bata interlock presisi menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perumahan nasional yang lebih tangguh terhadap bencana,” tutur Vita Mahreyni.

Pembangunan huntap dengan bata interlock presisi telah dimulai melalui kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Barat bersama Kadin Indonesia, bertempat di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

SIG memastikan pasokan bata interlock presisi dari PT Semen Padang cukup untuk mendukung pembangunan. Untuk tipe rumah 36, kapasitas pasokan dapat mendukung pembangunan hingga 120 unit huntap per bulan, dengan potensi distribusi tidak hanya di Sumatra Barat, tetapi juga Sumatra Utara dan Aceh.

Rekam Jejak dan Proyek Percontohan

Sebelumnya, bata interlock presisi telah diaplikasikan pada sejumlah proyek percontohan, termasuk:

Rumah contoh tipe 36 di Ibu Kota Nusantara (IKN)

Rumah contoh tipe 36 dan 57 di Bambu Apus, Jakarta Timur

Hasilnya menunjukkan efisiensi waktu konstruksi dan kualitas bangunan yang optimal.

Komitmen Sosial dan Lingkungan

Vita Mahreyni menekankan bahwa aspek sosial dan lingkungan juga menjadi perhatian SIG.

“Inovasi semen hijau SIG menghasilkan emisi karbon 38% lebih rendah dibanding semen konvensional, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 90%. Menggunakan semen hijau SIG berarti ikut berpartisipasi menurunkan emisi dan mendukung kemajuan industri nasional,” ujar Vita Mahreyni.

Melalui inovasi bata interlock presisi dan semen hijau, SIG berperan aktif mendukung percepatan pemulihan pascabencana, pembangunan hunian berkelanjutan, serta penguatan ekosistem industri konstruksi di Indonesia.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok SIG)