PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) menggelar Earnings Call 2025 Full Year Results di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Dalam agenda ini, perseroan memaparkan kinerja keuangan dan operasional sepanjang 2025 sekaligus strategi pengembangan ke depan, termasuk percepatan proyek panas bumi, portofolio co-generation, dan diversifikasi beyond electricity.
Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio, menyatakan perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$432,73 juta sepanjang 2025. EBITDA meningkat 1,94% menjadi US$330,35 juta dengan margin 76,34%, menegaskan PGE sebagai salah satu produsen energi panas bumi dengan tingkat profitabilitas tertinggi di dunia.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, PGE mencatat:
Pendapatan: US$432,73 juta
Laba Bersih: US$137,67 juta
EBITDA: US$330,35 juta
Total Aset: US$3,03 miliar
Kas & Setara Kas: US$718,50 juta
Yurizki menambahkan, penurunan margin EBITDA yang terbatas merupakan konsekuensi fase transformasi untuk memperluas portofolio bisnis. Saat ini, PGE berinvestasi pada talenta, riset & pengembangan, serta proyek eksplorasi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Rekor Produksi dan Kapasitas Terpasang
PGE juga mencatat produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) sebesar 5.095 GWh, meningkat 5,55% dibanding 2024. Pertumbuhan ini didukung tambahan kapasitas 55 MW dari PLTP Lumut Balai Unit 2, sehingga total kapasitas terpasang meningkat menjadi 727 MW dari sebelumnya 672 MW.
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menjelaskan, “PGE terus melakukan optimalisasi aset eksisting, mendorong ekspansi bisnis, sekaligus mengembangkan sumber pendapatan masa depan (future revenue streams).”
Produksi listrik terbesar berasal dari beberapa wilayah operasi: Kamojang 1.806 GWh, Ulubelu 1.617 GWh, Lahendong 849 GWh, Lumut Balai 714 GWh, dan Karaha 109 GWh. Tingkat ketersediaan pembangkit (availability factor) tercatat 98,93% dengan kapasitas (capacity factor) 86,58% dan tingkat outage hanya 0,41%.
Strategi dan Proyek Masa Depan
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyatakan, “PGE akan semakin memantapkan langkah menjadi world leading geothermal producer sekaligus geothermal center of excellence global. Produksi listrik ditargetkan mencapai 5.255 GWh pada 2026, naik 3,14% dibanding tahun lalu.”
Selain itu, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Edwil Suzandi mengungkap empat proyek PGE yang masuk Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas:
Lumut Balai Unit 3 & 4
Gunung Tiga/Ulubelu Extension I
Lahendong Unit 7–8 & Binary
Total investasi keempat proyek ini diproyeksikan lebih dari US$1,09 miliar, menambah 215 MW kapasitas listrik rendah emisi secara bertahap mulai 2029–2032, sekaligus menegaskan komitmen PGE mengembangkan potensi 3 GW panas bumi di Indonesia.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Pertamina Geothermal Energy)
