Tingkat literasi dan inklusi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi perasuransian hanya 45,45%, sementara inklusi asuransi baru 28,50%, jauh tertinggal dibandingkan perbankan yang memiliki literasi 65,50% dan inklusi 70,65%. Kondisi ini membuat masyarakat rentan terhadap risiko finansial, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan proteksi.
Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi digital yang besar. Dengan 285 juta penduduk, sebanyak 356 juta koneksi seluler (125%), dan 97,8% pengguna aktif media sosial, generasi muda menjadi motor penggerak komunikasi digital. Indonesia bahkan menempati peringkat ke-5 dunia dengan 8 juta content creator, menjadikan media sosial saluran efektif untuk edukasi finansial.
Melihat tantangan dan peluang tersebut, Generali Indonesia menghadirkan Youth Empowerment Social Media Competition, sebuah inisiatif yang mengajak generasi muda dan content creator untuk menciptakan konten edukasi keuangan, khususnya terkait pentingnya proteksi asuransi.
Kompetisi yang berlangsung sejak Oktober 2025 ini berhasil menarik ribuan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan tingginya antusiasme anak muda terhadap literasi finansial. Setelah melalui proses seleksi ketat, 35 pemenang berhasil terpilih dengan total hadiah mencapai Rp250 juta. Tiga pemenang utama adalah:
Agus Munandar (34), Bandung – Rp100 juta
Asep Fitra Kusmana (28), Bandung – Rp50 juta
Gogo Tio P. Tambunan (34), Surabaya – Rp25 juta
Pengumuman pemenang dan serah terima simbolis digelar hari ini oleh jajaran manajemen Generali Indonesia: Jutany Japit, Director, Jong Wie Siu, Chief Product Management and Marketing Officer, serta Ajazil Hawaris, Digital Creator and AI Tech Educator sekaligus juri kompetisi.
Jutany Japit mengatakan, “Generasi muda Indonesia adalah kreatif, dinamis, dan memiliki pemikiran terbuka. Melalui kompetisi ini, kami ingin memberdayakan potensi mereka sekaligus meningkatkan literasi asuransi. Antusiasme ribuan peserta membuktikan semangat anak muda untuk berkontribusi. Inisiatif ini adalah wujud komitmen kami mendorong literasi dan inklusi asuransi, bukan hanya lewat produk, tetapi juga melalui edukasi yang relevan dan kreatif. Kami berharap kompetisi ini menjadi jembatan penghubung literasi asuransi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.”
Berdasarkan data BPS, Millennial dan Gen Z mendominasi komposisi penduduk Indonesia, mencapai sekitar 54%. Generasi ini dikenal kreatif, digital-savvy, dan aktif di media sosial, sehingga diharapkan menjadi katalis utama dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Ajazil Hawaris, juri kompetisi, menambahkan, “Kompetisi ini membuktikan kreativitas bisa menjadi jembatan edukasi. Banyak karya menarik secara visual yang mampu menyampaikan pesan proteksi asuransi dengan cara yang dekat dengan generasi muda.”
Literasi keuangan menjadi faktor penting bagi masyarakat untuk mencapai masa depan yang aman dan terencana. Edukasi keuangan merupakan bagian dari inisiatif global Generali Group, termasuk di Indonesia, selaras dengan purpose perusahaan, “Empowering Lives and Dreams”, yang menekankan peran Generali dalam memberdayakan individu agar dapat mewujudkan impian mereka melalui perlindungan dan pengetahuan finansial.***(Foto: Ekobisnis.com/Farras Dawi)
