Hadiri Perayaan Cap Go Meh di Jakarta Pusat, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Kolaborasi dan Pelestarian Budaya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama di Pancoran Chinatown Point, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3). Acara ini menjadi puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang digelar bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta turut hadir, antara lain Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, Teguh Setyabudi, dan Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Gubernur Pramono, perayaan tersebut mencerminkan budaya Tionghoa yang telah berakulturasi dengan budaya Betawi dan tumbuh harmonis di Jakarta.

“Ini menunjukkan bahwa acara kebersamaan yang diadakan Pemprov DKI Jakarta bersama INTI berjalan dengan baik. Kehadiran para mantan gubernur sangat berarti dan menandakan kesinambungan pembangunan di Jakarta berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pramono menegaskan, Jakarta merupakan melting pot budaya ruang perjumpaan berbagai etnis dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis. Tradisi-tradisi tersebut berkembang dalam ruang sosial yang sama dan saling memperkaya, sehingga setiap komunitas memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan dan kemajuan kota.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Museum Peranakan di Jalan Keadilan sebagai simbol penguatan identitas budaya Jakarta yang majemuk. Museum tersebut akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Glodok–Pancoran serta terhubung dengan proyek MRT fase lanjutan, guna memperkuat kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya.

“Saya ingin menyampaikan bahwa warga Tionghoa telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Jakarta. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta,” jelasnya.

Perayaan Cap Go Meh ini sekaligus menutup rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 yang telah berlangsung sejak 13 Februari. Kegiatan diselenggarakan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai persatuan.

Rangkaian acara menghadirkan beragam atraksi budaya, mulai dari tari selendang dendang, pertunjukan barongsai dan liong, tanjidor, egrang, ondel-ondel, hingga bazar UMKM. Cap Go Meh, yang diperingati pada hari ke-15 setelah Imlek, identik dengan lampion dan pertunjukan seni budaya, serta sarat makna syukur dan harapan baru.

Tahun Kuda Api yang kini dimasuki melambangkan energi, keberanian, dan daya juang—semangat yang dinilai relevan bagi perjalanan Jakarta ke depan.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan Rekor MURI atas penerbangan flying drone LED pertama di Indonesia kepada Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, diumumkan para pemenang Lomba Dekorasi Imlek 2026 dari berbagai kategori, mulai dari kementerian/lembaga, hotel, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan.

Pramono menekankan, perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan Jakarta. Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus merawat harmoni dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berbudaya.

“Keberagaman bukan sekadar dirayakan dalam seremoni, tetapi harus dirawat sebagai kekuatan bersama. Dengan semangat Cap Go Meh dan Ramadan, mari kita jaga persatuan dan terus membangun Jakarta,” pungkasnya.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Pemprov DKI Jakarta)