Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek 2577 Kongzili, Ramadan, dan Idulfitri 1447 H di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, Senin (9/2). Dari hasil peninjauan tersebut, sejumlah komoditas bapok tercatat mengalami fluktuasi harga, namun secara umum masih relatif stabil dan kondusif.
“Peninjauan pasar secara langsung kami lakukan untuk memastikan harga bapok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Berdasarkan dialog dengan para pedagang, harga cabai rawit merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras memang mengalami fluktuasi, namun masih dalam batas yang terkendali. Sementara itu, minyak goreng MINYAKITA tersedia sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter,” ujar Wamendag Roro.
Selain MINYAKITA, sejumlah komoditas bapok lain di Pasar Cisalak juga dijual sesuai HET dan harga acuan (HA), antara lain beras medium Rp13.500/kg dan bawang putih honan Rp38.000/kg. Adapun komoditas yang terpantau stabil lainnya meliputi beras premium Rp14.500/kg dan daging sapi Rp130.000/kg.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga komoditas bapok lainnya tercatat sebagai berikut: cabai merah keriting Rp40.000/kg, cabai merah besar Rp40.000/kg, cabai rawit merah Rp85.000/kg, minyak goreng curah Rp17.000/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp20.000/liter. Selanjutnya, tepung terigu Rp12.500/kg, gula pasir kemasan Rp19.000/kg, bawang merah Rp45.000–48.000/kg, telur ayam ras Rp31.000/kg, serta daging ayam ras Rp40.000/kg.
Wamendag Roro menambahkan, Kementerian Perdagangan secara rutin melakukan analisis dan pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) guna memastikan stabilitas harga bapok tetap terjaga.
Selain itu, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Regulasi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola minyak goreng rakyat MINYAKITA, khususnya pada aspek distribusi, stabilisasi harga, serta pengawasan yang lebih menyeluruh.
Di sela-sela peninjauan, Wamendag Roro juga melaksanakan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) di Pasar Cisalak. Program ini merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, kebersihan, dan kenyamanan pasar rakyat, yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta pemerintah daerah.
“Pasar rakyat yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada kenyamanan pedagang dan pembeli. Dengan kondisi pasar yang baik, diharapkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat juga semakin meningkat,” ujar Wamendag Roro.
Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Cisalak, Rina, menyambut baik kunjungan Wamendag Roro. Ia menyampaikan bahwa harga sejumlah komoditas yang dijualnya, seperti cabai merah keriting, bawang putih, dan kentang, masih terpantau stabil. Rina berharap, peninjauan ini dapat menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan serta mendorong peningkatan jumlah pembeli. Ia juga menilai pelaksanaan Gernas Mapan penting untuk menciptakan pasar yang lebih bersih dan nyaman sehingga aktivitas jual beli dapat terus bergairah dan berdampak positif bagi pendapatan pedagang.
Dalam peninjauan tersebut, Wamendag Roro didampingi Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto, Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kemendag Sri Sugy Atmanto, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Widyati Riyandani.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Kemendag)
