Kemenko PMK Dorong Penguatan Peran Keluarga di Era Digital melalui Gerakan Satujamku

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia di tengah tantangan pengasuhan pada era digital.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, dalam Sosialisasi Nasional Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (Satujamku) yang diselenggarakan secara daring dan luring di Kantor Kemenko PMK, Rabu (11/3/2026).

Deputi yang akrab disapa Lisa itu menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.

“Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Karena itu, upaya membangun manusia Indonesia yang unggul harus dimulai dari keluarga yang kuat dan berkualitas,” ujarnya.

Lisa mengingatkan bahwa keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama akibat pesatnya perkembangan teknologi digital, internet, dan media sosial yang turut memengaruhi pola pengasuhan anak.

“Lebih dari 80 persen penduduk Indonesia saat ini telah terkoneksi dengan internet, dan sebagian besar menghabiskan waktu sekitar empat hingga enam jam per hari di dunia maya. Sementara itu, anak-anak semakin dini terpapar penggunaan gawai dan internet,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa anak usia di bawah enam tahun yang telah menggunakan telepon genggam mencapai sekitar 42 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, sekitar 41 persen anak usia dini telah terhubung dengan internet. Di sisi lain, tingkat pendampingan orang tua terhadap penggunaan gawai pada anak masih relatif rendah, yakni sekitar 28,58 persen.

“Kondisi ini tentu memprihatinkan karena anak-anak menjadi sangat mudah terpapar berbagai informasi, termasuk konten negatif di ruang digital. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga dalam pendampingan anak menjadi sangat penting,” ujar Lisa.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menginisiasi Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (Satujamku). Gerakan ini menekankan pentingnya interaksi langsung antaranggota keluarga yang dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana seperti makan bersama, ibadah bersama, berdiskusi, berolahraga, berkebun, maupun kegiatan lain yang dapat memperkuat kelekatan emosional dalam keluarga.

Gerakan Satujamku merupakan bagian dari upaya penguatan keluarga yang didorong Kemenko PMK melalui konsep Asta Mantra Membangun Keluarga Berkualitas di Era Digital. Konsep ini antara lain mendorong pengurangan screen time dan peningkatan green time melalui interaksi langsung antaranggota keluarga, membangun lingkungan kota dan desa yang liveable dan loveable; memastikan orang tua menjadi pengasuh yang efektif tanpa menggantikan perannya dengan gawai, menghidupkan nilai agama dan akhlak mulia dalam keluarga; melestarikan budaya luhur bangsa; memperkuat solidaritas ketetanggaan; mendorong kolaborasi lintas sektor; serta memanfaatkan teknologi digital secara positif untuk koordinasi dan penguatan program keluarga.

Untuk memastikan implementasi gerakan tersebut berjalan hingga tingkat daerah, pemerintah telah menyiapkan panduan teknis yang disusun bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai mitra pembangunan. Panduan tersebut telah diedarkan melalui Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.9.3/2160/Bangda tentang Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga dan Gerakan Ramadan Ramah Anak.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat komitmen kebijakan serta membangun sinergi lintas perangkat daerah, organisasi masyarakat, hingga kelompok masyarakat seperti PKK dan karang taruna guna menggerakkan implementasi Gerakan Satujamku hingga tingkat akar rumput.

Lisa menegaskan bahwa Gerakan Satujamku tidak dimaksudkan untuk menciptakan program baru, melainkan mengoptimalkan berbagai program yang telah berjalan agar lebih menekankan pentingnya waktu berkualitas dalam keluarga.

“Yang kita dorong bukan membuat program baru, tetapi bagaimana program-program yang sudah ada dapat dioptimalkan untuk memperkuat interaksi keluarga dan kualitas pengasuhan,” pungkas Lisa.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan sosialisasi lanjutan sekaligus pernyataan komitmen dan dukungan dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai mitra pembangunan untuk bersama-sama menggerakkan implementasi Gerakan Satujamku hingga ke tingkat daerah dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Pribudiarta Nur Sitepu; Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Nopian Andusti; Sekretaris Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ai Maryati Solihah; perwakilan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia; Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Mustikorini Indrijatiningrum; serta perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan secara daring.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Kemenko PMK)