Komitmen Pegadaian menjadi agen perubahan jaga kelestarian lingkungan

Pegadaian menegaskan komitmennya tidak hanya dalam menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama ekosistem laut.

Indra Arifianto, Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kantor Wilayah VIII Jakarta 1, dalam sebuah pernyataan tertulis di Jakarta pada hari Minggu, menyampaikan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Pegadaian bertekad untuk tidak hanya melayani kebutuhan finansial masyarakat, tetapi juga berkontribusi secara aktif dalam pelestarian alam,” ujar Indra.

Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut yang merupakan habitat penting bagi ekosistem dan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Pada peringatan Hari Habitat Dunia 2025 yang diselenggarakan di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Sabtu (22/11), Pegadaian menitikberatkan perhatian pada keberlanjutan laut dan habitat pesisir.

“Kami ingin memastikan bahwa laut di Indonesia tetap sehat, produktif, dan dapat dipertahankan keberlangsungannya demi generasi mendatang,” ungkap Indra.

Tema Hari Habitat Dunia 2025 kali ini adalah “Hijaukan Lingkungan Mengemaskan Masa Depan bersama Pegadaian.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) oleh Pegadaian, khususnya dalam aspek lingkungan.

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki kekayaan laut yang sangat besar. Namun, tantangan seperti polusi plastik, erosi pesisir, penurunan kualitas air laut, serta kerusakan pada ekosistem mangrove dan terumbu karang menjadi permasalahan serius yang harus dihadapi.

Indra berharap semakin banyak pihak yang turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan, dimulai dari langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik, mendaur ulang barang, dan menjaga kebersihan pantai.

Dalam rangka peringatan Hari Habitat Dunia Laut, Pegadaian melakukan penanaman sebanyak 1.000 bibit mangrove sebagai upaya pemulihan habitat pesisir dan penguatan benteng alami pantai, transplantasi terumbu karang, serta pelepasan tukik.

“Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi Pegadaian dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait penanganan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem laut dan darat,” tutup Indra.