Lewat Voluntrip, Joe Taslim dan Wulan Guritno Bantu Renovasi Sekolah di NTT

Pendidikan yang layak, sanitasi yang aman bagi anak perempuan, serta akses air bersih yang setara masih menjadi tantangan nyata di berbagai wilayah, khususnya di Indonesia Timur. Menjawab kebutuhan tersebut, sederet figur publik yang dinaungi Lee Management—Joe Taslim, Wulan Guritno, Winky Wiryawan, Kenes Andari, Shaloom Razade, Ida Rhijnsburger, dan Gerin Nathaniel—turun langsung ke lapangan melalui program Give Back to Society.

Berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), ZAP Clinic, InJourney, dan Lion Parcel, para figur publik tersebut mengikuti kegiatan Voluntrip yang dilaksanakan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 3–4 Februari 2026.

Dalam kegiatan ini, para relawan mengunjungi dua sekolah dasar di Manggarai. Bersama masyarakat setempat, mereka tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, mulai dari membantu renovasi ruang kelas, memperbaiki fasilitas belajar, membangun toilet ramah anak perempuan, hingga memberikan edukasi kesehatan, sanitasi, serta simulasi tanggap bencana bagi anak-anak, guru, dan orang tua murid.

“Kami datang ke Manggarai bukan sebagai figur publik, melainkan sebagai manusia yang ingin belajar dan berbagi. Saya mengajak teman-teman talent di Lee Management untuk turun langsung karena kami percaya bahwa kehadiran sederhana—bekerja bersama, mendengar, dan membantu—dapat memberi arti, terutama bagi anak-anak dan sekolah yang menjadi ruang tumbuh mereka,” ujar Bucie Lee, Managing Director Lee Management.

Bagi Joe Taslim, pengalaman ini menjadi pengingat kuat tentang makna kehadiran. “Datang ke Manggarai dan bertemu anak-anak di sekolah ini mengingatkan saya bahwa waktu, tenaga, dan empati yang kita berikan bisa berarti besar. Semoga apa yang kami lakukan bersama hari ini menjadi langkah kecil yang memberi harapan besar bagi masa depan mereka,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. “Anak-anak di Manggarai memiliki hak yang sama atas pendidikan yang aman, sehat, dan bermartabat. Di negara yang rawan bencana seperti Indonesia, memastikan sekolah yang aman menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan generasi yang cerdas dan berdaya. Ketika pengaruh publik berpadu dengan aksi nyata, perubahan tidak lagi menjadi wacana, melainkan benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan masyarakat,” jelasnya.

Kolaborasi dalam inisiatif sosial ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Brighter Change bagi Generasi Cerdas Indonesia. Syarif Assegaf, Direktur Operasional ZAP Clinic, menyampaikan bahwa renovasi sekolah serta pemenuhan akses sanitasi dan air bersih memberikan dampak langsung terhadap kesehatan dan keberlanjutan proses belajar anak. “Lingkungan belajar yang aman dan sehat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan CSR ini, kami berkomitmen berkontribusi tidak hanya lewat renovasi fasilitas, tetapi juga edukasi kesehatan dan sanitasi yang berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. “InJourney percaya bahwa pariwisata dan konektivitas nasional harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke daerah,” ujar perwakilan Direksi InJourney.

Sementara itu, Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel, menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan semangat perusahaan dalam menghadirkan dampak nyata. “Bagi Lion Parcel, mengirimkan kebaikan berarti menghadirkan kepedulian dan harapan langsung ke komunitas yang membutuhkan. Melalui Voluntrip bersama Lee Management dan Plan Indonesia, kami mengantarkan semangat relawan ke Manggarai,” katanya.

Dampak kegiatan ini paling terasa dari suara anak-anak. Maria, salah satu siswi sekolah dasar yang dikunjungi, mengungkapkan kegembiraannya. “Sekarang sekolah kami lebih bersih dan ada toilet khusus anak perempuan. Saya jadi lebih nyaman belajar. Terima kasih kakak-kakak sudah datang ke desa kami,” ujarnya.

Voluntrip Give Back to Society juga menjadi momen personal bagi Winky Wiryawan dan Joe Taslim, yang telah lama mendukung Plan Indonesia sebagai Sponsor Parents. Program ini merupakan bentuk donasi perorangan yang mendukung anak-anak di wilayah marjinal melalui pendampingan tumbuh kembang secara berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Winky Wiryawan berkesempatan bertemu langsung dengan anak sponsornya yang tinggal di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Pertemuan ini menjadi momen hangat untuk saling bertukar kabar, memberikan semangat belajar, serta mendorong anak untuk terus menggapai cita-cita dan masa depannya.

Melalui Voluntrip di Manggarai, Lee Management, Plan Indonesia, ZAP Clinic, InJourney, dan Lion Parcel menegaskan bahwa perubahan sosial tidak cukup berhenti pada kepedulian, tetapi membutuhkan keterlibatan nyata. Dari ruang kelas yang direnovasi hingga toilet yang lebih aman bagi anak perempuan, inisiatif ini menunjukkan bahwa kolaborasi dapat membuka akses pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang lebih setara bagi anak-anak Indonesia.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Yayasan Plan International Indonesia)