Merawat anak dengan kebutuhan khusus merupakan tantangan besar yang menuntut pengetahuan, kesabaran, fokus, serta usaha ekstra. Namun, di tengah peran tersebut, Bunga BTP membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi luar biasa.
Selama dua belas tahun pertama membesarkan anak-anaknya tanpa bantuan asisten rumah tangga, Bunga berhasil mencapai jenjang tertinggi di dunia kepenulisan platform digital KBM App, meraih predikat triple diamond dengan penghasilan hingga miliaran rupiah.
“Saya dianugerahi dua anak berkebutuhan khusus. Anak-anak saya memiliki jadwal tidur yang berbeda. Saat orang lain tidur tengah malam, mereka justru bangun dan beraktivitas. Di waktu itulah, sambil mengawasi anak-anak, saya mengisi waktu dengan menulis,” tutur Bunga saat berbagi kisah sukses dalam talkshow kepenulisan di Semarang yang diselenggarakan Ekraf bekerja sama dengan KBM App.
Waktu menunggu anak-anak menjalani terapi pun ia manfaatkan untuk terus menulis. Awalnya, menulis hanyalah sarana penyembuhan diri. Namun, atas saran orang terdekat, Bunga mulai mengunggah karyanya di KBM App. Meski sempat mengalami kegagalan, ia tak berhenti mencoba hingga akhirnya berhasil menempati posisi nomor satu.
Salah satu momen paling berkesan bagi Bunga terjadi ketika ia berbincang dengan anak sulungnya yang berkebutuhan khusus.
“Abang, doain Mama ya. Suatu hari Mama ingin merasakan pergi ke luar negeri,” ujarnya.
Anak sulungnya menjawab singkat, “Aamiin.”
Bagi Bunga, jawaban itu adalah keajaiban. Selama lebih dari sepuluh tahun sejak anak pertamanya lahir, hampir tidak pernah terjadi komunikasi timbal balik seperti itu. Tak lama berselang, Bunga menerima panggilan dari KBM App yang mengajaknya bepergian ke tiga negara ASEAN Malaysia, Thailand, dan Singapura pada Februari 2024.
Kesempatan tersebut berlanjut pada November 2024, ketika Bunga kembali diundang ke Bangkok bersama penulis KBM App dan mitra promosi yang berhasil memviralkan karya-karya penulis platform tersebut. Pada Mei 2025, ia kembali ke Singapura bersama penulis kategori Emerald dengan penghasilan di atas Rp500 juta. Selanjutnya, pada November 2025, Bunga berangkat umrah bersama para penulis Double Diamond penulis KBM App dengan penghasilan di atas Rp2 miliar yang seluruhnya dibiayai oleh KBM App. Pada Januari 2026, ia juga dijadwalkan mengikuti perjalanan ke Korea Selatan bersama KBM App.
Bagi KBM App, perjalanan ke luar negeri bukan sekadar wisata, melainkan bagian dari strategi membuka pasar internasional dengan semangat KBM Go Global. Saat ini, KBM App telah mulai memperoleh pendapatan dari Malaysia melalui kanal pembayaran setempat. Tak hanya pekerja migran Indonesia, warga negara Malaysia juga mulai rutin membaca novel daring karya penulis Indonesia di platform tersebut. Ke depan, KBM App menargetkan perluasan pembaca ke berbagai negara tetangga.
Menanggapi ekspansi tersebut, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenkraf, Neil L. Himam, melihat peluang kolaborasi yang lebih luas.
“Dulu, saat masih di Badan Ekonomi Kreatif, kami memiliki program pelatihan coding untuk pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Hong Kong. Namun coding tidak mudah. Mengapa tidak mentransfer keahlian menulis? Menulis lebih dekat dengan keseharian mereka. Ke depan, ini bisa menjadi program kolaborasi, di mana penulis Indonesia membina komunitas penulis diaspora. Ini juga bagian dari ekspor konten kreatif Indonesia,” ujarnya.
