Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin secara resmi melepas 1.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sektor hospitality yang akan diberangkatkan ke Bulgaria.
Pelepasan simbolis berlangsung di Hotel Prama Sanur Beach, Bali, Kamis (2/4/2026), dan menjadi momentum penting dalam pencapaian target penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di pasar global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gede Sumarjaya Linggih, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Direktur Jenderal Penempatan KP2MI Ahnas, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa) Kuncoro Budi Winarno, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Momentum Purnama Kedasa
Dalam sambutannya, Menteri Mukhtarudin menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum Purnama Kedasa. Ia menilai momen tersebut sebagai simbol penyucian diri dan peneguhan niat bagi para pekerja yang akan berkarier di luar negeri.
“Langkah besar saudara ke dunia kerja global harus didasari niat yang bersih dan kesiapan matang. Saudara bukan hanya bekerja, tetapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia,” ujarnya.
Transformasi Kementerian dan Target 2026
Menteri juga menekankan bahwa pembentukan Kementerian P2MI oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah transformasi besar. Berdasarkan Perpres Nomor 139 Tahun 2024, kementerian ini memiliki kewenangan sebagai regulator sekaligus operator untuk memastikan pelindungan pekerja migran secara menyeluruh.
“Arahan Presiden jelas, yaitu meningkatkan kualitas pelindungan serta mendorong penempatan tenaga kerja dengan keterampilan menengah hingga tinggi. Fokus kita bukan lagi sekadar jumlah, tetapi kualitas dan nilai tambah,” tegasnya.
Bulgaria sebagai Pintu Gerbang Eropa
Mukhtarudin menyebut Bulgaria sebagai salah satu negara tujuan strategis bagi pekerja profesional Indonesia, khususnya di sektor hospitality. Hingga saat ini, total penempatan di sektor tersebut telah mencapai 1.377 orang, dengan 360 orang di antaranya terealisasi pada kuartal pertama 2026.
“Ini menunjukkan bahwa kualitas dan etos kerja tenaga kerja Indonesia semakin diakui di pasar global, khususnya di Bulgaria sebagai pintu gerbang Eropa,” ujarnya.
Pesan Disiplin dan Literasi Keuangan
Kepada para CPMI, Menteri Mukhtarudin berpesan agar menjaga profesionalisme, menaati hukum negara tujuan, serta mengelola keuangan secara bijak.
Ia juga mengingatkan agar para pekerja menjauhi praktik judi online serta waspada terhadap kejahatan digital seperti phishing dan penipuan daring.
“Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menyerap pengalaman global yang nantinya dapat dibawa kembali ke Indonesia,” katanya.
Program Penempatan Terstruktur
Program penempatan PMI ke Bulgaria menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pasar kerja internasional yang aman dan legal. Program ini menargetkan penempatan hingga 2.300 tenaga kerja secara bertahap, terutama di sektor hospitality dan properti.
Berdasarkan laporan panitia, perkembangan proses administrasi menunjukkan progres signifikan, di antaranya 1.900 izin kerja telah diterbitkan, 1.239 kandidat telah mengantongi visa kerja, serta ratusan lainnya masih dalam proses.
Seluruh tahapan dijalankan secara terstruktur dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, kesiapan kompetensi, serta pelindungan menyeluruh bagi para pekerja.
Dukungan Lintas Sektor
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, lembaga keuangan, fasilitas kesehatan, hingga asosiasi industri.
Pemerintah Provinsi Bali juga menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai upaya membuka peluang kerja global bagi masyarakat daerah.
Kegiatan pelepasan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat sistem penempatan pekerja migran yang aman, legal, dan bermartabat.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok KemenP2MI)
