PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lahendong melaksanakan Management Walkthrough (MWT) bersama Dewan Komisaris, Komite Audit, serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko (PIMR) PT Pertamina (Persero) pada Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Perseroan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas pengawasan operasional, serta memastikan pengelolaan risiko dijalankan secara menyeluruh di lingkungan Pertamina Group.
Melalui MWT ini, manajemen dan jajaran pengawas meninjau langsung berbagai aspek kunci operasional panas bumi di Area Lahendong. Fokus peninjauan meliputi keandalan pembangkit, pengelolaan reservoir dan pengeboran, penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), integritas aset, serta keberlanjutan bisnis operasi panas bumi yang menjadi tulang punggung kinerja PGE secara nasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono, Direktur Operasi PGE Ahmad Yani, serta General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono.
Direktur Operasi PGE, Ahmad Yani, menegaskan bahwa MWT menjadi sarana penting untuk memastikan seluruh aktivitas operasional selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk memastikan seluruh aktivitas di PGE Area Lahendong dijalankan andal, aman, dan berkelanjutan melalui pengawasan langsung terhadap aspek operasional yang krusial. Pengelolaan risiko dan penerapan HSSE menjadi prioritas utama, demi menjaga keandalan pembangkit, melindungi keselamatan seluruh insan kerja, serta memastikan keberlangsungan operasi panas bumi yang menopang kinerja perusahaan secara nasional,” ujar Ahmad Yani.
Ahmad Yani menambahkan, PGE Area Lahendong secara konsisten mengembangkan inisiatif pemanfaatan panas bumi Beyond Electricity yang terintegrasi dengan program pengembangan masyarakat. Inisiatif tersebut meliputi pemanfaatan panas bumi untuk produksi gula aren, pengembangan pupuk berbasis silika panas bumi, serta pembangunan kawasan edukasi panas bumi yang mendukung sektor pertanian dan pelestarian lingkungan.
Pelaksanaan MWT ini juga menegaskan peran PGE sebagai Geothermal Centre of Excellence, dengan penekanan pada operation excellence, optimalisasi kinerja pembangkit eksisting, serta pengembangan inovasi panas bumi yang melampaui produksi listrik. Upaya tersebut dijalankan melalui peningkatan efisiensi operasi, penguatan keandalan pembangkit, dan perluasan pemanfaatan langsung panas bumi sebagai sumber nilai tambah berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dewan Komisaris dan Komite melakukan peninjauan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6. Kunjungan ini bertujuan melihat implementasi praktik operasi yang andal dan aman, sekaligus memastikan penerapan standar keselamatan kerja dan prinsip keberlanjutan di fasilitas produksi.
Ke depan, sinergi yang solid diharapkan memungkinkan PGE terus menjalankan perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional, mendorong percepatan transisi energi bersih, serta berkontribusi aktif terhadap pencapaian target Net Zero Emission 2060.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Pertamina Geothermal Energy)
