Memasuki usia ke-19, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) semakin menegaskan perannya sebagai penggerak utama dalam transisi energi bersih sekaligus memperkuat ekosistem panas bumi di Indonesia. Dengan mengusung tema “Empowering The Green Acceleration”, PGE berkomitmen penuh untuk terus berinovasi, menjalin kolaborasi, serta memberdayakan komunitas lokal. Hal ini sejalan dengan visi besar PGE menyambut peringatan satu abad pengembangan panas bumi di Indonesia pada tahun 2026 dengan kontribusi yang lebih signifikan dan berdampak luas.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pencapaian target operasional, tetapi juga menetapkan ambisi baru yang melampaui sektor kelistrikan. “Kami memimpin transformasi energi dengan memastikan pemanfaatan panas bumi terus berkembang serta memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Peluncuran proyek percontohan Green Hydrogen di Ulubelu pada September lalu menjadi bukti nyata bahwa kami mampu mendobrak batas pemanfaatan energi panas bumi. Ke depan, kami bertekad memperkuat dan mempercepat konsistensi ini, menjadikan momentum 100 tahun pengembangan panas bumi sebagai pijakan untuk mendominasi energi hijau di masa depan,” ujar Edwil.
Dalam perjalanan usianya yang ke-19, PGE terus mempercepat pemanfaatan energi panas bumi melalui berbagai proyek strategis, seperti beroperasinya Lumut Balai Unit 2, dimulainya eksplorasi PLTP Gunung Tiga, serta sinergi dengan PLN Indonesia Power dalam pengembangan 19 proyek yang ada dengan total kapasitas 530 MW. Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan komitmen PGE dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui kontribusi panas bumi yang lebih besar.
Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi dan tengah mengembangkan proyek baru seperti PLTP Hululais Unit 1 & 2 dengan kapasitas 110 MW serta inisiatif co-generation sebesar 230 MW. PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt dalam 2-3 tahun ke depan dan 1,8 gigawatt pada tahun 2033. Selain itu, perusahaan telah mengidentifikasi potensi tambahan sebesar 3 gigawatt dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi yang dikelola secara mandiri.
Seiring dengan percepatan transformasi energi ini, PGE juga memastikan bahwa komitmen sosial tetap menjadi bagian penting dalam operasionalnya. Melalui program PGE Berbagi yang merupakan bagian dari perayaan HUT ke-19, perusahaan menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim dan kelompok rentan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat. Pada tahun ini, PGE Kantor Pusat memberikan 50 paket perlengkapan sekolah kepada Yayasan Al-Kahfi pada tanggal 4 Desember 2025, sebagai upaya mendukung motivasi belajar dan masa depan yang lebih baik bagi penerima manfaat.
Direktur Operasi PGE, Ahmad Yani, menyatakan bahwa semangat berbagi merupakan bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan perusahaan. “PGE tumbuh bersama masyarakat, sehingga setiap langkah transformasi energi harus memberikan manfaat langsung bagi komunitas sekitar. Program PGE Berbagi memastikan bahwa keberlanjutan energi berjalan beriringan dengan keberlanjutan sosial,” jelas Ahmad Yani.
Dengan pondasi inovasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial, PGE melangkah mantap di usia ke-19 untuk menghadirkan energi bersih yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah operasinya.
