Presiden Prabowo Lantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan

Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/2). Usai pelantikan, Juda Agung menyampaikan kesan serta pandangannya terkait penugasan barunya di Kementerian Keuangan.

Juda Agung menegaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya koordinasi kebijakan lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencapai program-program pemerintahan yang sudah dicanangkan, tentu perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter, serta kebijakan di sektor riil. Hal ini penting agar upaya mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan lebih efektif,” ujar Juda Agung kepada awak media.

Menanggapi pertanyaan mengenai intervensi nilai tukar rupiah, Juda Agung menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan Bank Indonesia.

“Selama itu kebijakan moneter, itu berada di wilayah Bank Indonesia,” tegasnya.

Terkait peningkatan integritas pejabat dan tata kelola kelembagaan, Juda Agung menilai langkah-langkah yang telah dilakukan Menteri Keuangan dalam beberapa bulan terakhir sudah tepat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter melalui pertukaran pengalaman antarlembaga untuk memperkuat efektivitas kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu saja pengalaman saya yang cukup lama di Bank Indonesia, kemudian di otoritas fiskal, akan membantu sinergi kebijakan menjadi lebih baik. Begitu juga Pak Thomas yang pernah di otoritas fiskal dan moneter. Sinergi antara kedua kebijakan ini akan lebih efektif dibandingkan jika masing-masing berjalan sendiri,” pungkas Juda Agung.***(Foto: Ekobisnis.com/BPMI Setpres/Cahyo)