Presiden Prabowo Percepat Kampung Nelayan Merah Putih dan Konsolidasi Industri Perkapalan

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 12 Februari 2026. Rapat tersebut membahas percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih serta penguatan ekosistem industri perikanan nasional melalui konsolidasi galangan kapal dan pengembangan hilirisasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menunjukkan kemajuan signifikan. Pada tahap pertama, pembangunan dilakukan di 65 titik.

“Progres sudah 50 persen dari tahap pertama dan mudah-mudahan bisa segera selesai pada Februari,” ujar Trenggono kepada awak media.

Penguatan ekosistem perikanan turut menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut, terutama dalam kerangka pengelolaan sektor kelautan dan perikanan secara terpadu. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa Kampung Nelayan akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).

“Program ini masuk dalam ekosistem yang akan dikelola melalui Jaladri. Kami ingin mengoptimalkan potensi laut Indonesia sehingga Jaladri dapat fokus pada peningkatan produktivitas industri perikanan nasional,” ujar Dony.

Menurutnya, pembangunan kampung nelayan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus dipersiapkan dari sisi bisnis, termasuk skema offtake hasil produksi. Ia juga menekankan pentingnya penguatan industri galangan kapal sebagai bagian dari strategi besar tersebut serta mengapresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah mendorong pertumbuhan industri ini.

“Industri galangan kapal kita akan menjadi optimal. Ini sejalan dengan upaya konsolidasi galangan kapal nasional. Langkah ini sangat baik,” ungkapnya.

Konsolidasi galangan kapal akan dilakukan di bawah PT PAL sebagai bagian dari penguatan kapasitas industri nasional. Dony menargetkan proses tersebut dapat rampung dalam waktu dekat dan meyakini langkah ini akan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi lulusan teknik perkapalan dan sektor terkait.

Selain itu, Jaladri tidak hanya akan mengembangkan sektor hulu, tetapi juga hilir industri perikanan. Industri turunan perikanan akan dikembangkan secara masif guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Ke depan, pembukaan lapangan kerja akan sangat besar. Basis ekonomi kita harus kembali pada kekuatan sendiri. Kita memiliki laut dan sumber pangan yang melimpah. Ini yang perlu terus disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.***(Foto: Ekobisnis.com/BPMI Setpres/Muchlis Jr)