Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, memberikan pembekalan dan motivasi kepada 45 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sektor perikanan yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan melalui skema penempatan pemerintah (G to G). Kegiatan berlangsung di Wisma Hijau, Depok, Senin (30/3/2026), dengan peserta berasal dari enam provinsi, termasuk Riau, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Dalam arahannya, Wamen Christina menekankan bahwa keberhasilan para CPMI mencapai tahap pemberangkatan merupakan hasil dari proses panjang dan penuh tantangan. “Proses yang kalian jalani tidak mudah, penuh ketidakpastian. Bisa sampai di tahap ini adalah sesuatu yang luar biasa. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya.
Ia mengingatkan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 7.000 calon pekerja migran dalam daftar tunggu, karena kebutuhan tenaga kerja di Korea Selatan terbatas. Data penempatan menunjukkan tren penurunan: pada 2024 tercatat 10.110 pekerja, 2025 sekitar 6.860, dan tahun ini diperkirakan sekitar 6.000 orang.
“Selain kita, ada 16 negara lain yang bersaing mengirimkan pekerja ke Korea. Karena itu, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan pemberi kerja,” kata Christina. Ia menegaskan karakter pekerja Indonesia yang ramah, jujur, dan pekerja keras harus terus dijaga agar tetap menjadi nilai tambah di mata pengguna tenaga kerja.
Wamen Christina juga menekankan pentingnya kesiapan mental, kemampuan adaptasi, serta peningkatan keterampilan, termasuk komunikasi di lingkungan kerja yang berbeda. “Culture shock itu biasa. Terus belajar, tingkatkan kemampuan, dan penuhi ekspektasi pemberi kerja,” ujarnya.
Ia mengingatkan CPMI agar tidak melakukan pelanggaran, seperti kabur dari tempat kerja, karena dapat merugikan diri sendiri dan mencoreng nama baik Indonesia. “Kalau melanggar aturan, pemerintah tidak bisa memberikan pelindungan maksimal. Ini juga berdampak pada reputasi Indonesia dan kesempatan calon pekerja lain,” tegasnya.
Selain itu, Wamen P2MI menekankan pengelolaan keuangan secara bijak. “Dalam tiga tahun, penghasilan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Gunakan kesempatan ini dengan baik, jangan boros, dan jadikan ini jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Buat keluarga dan Indonesia bangga,” pungkas Christina Aryani.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok KemenP2MI)
