Di tengah aktivitas sore pada Kamis, 26 Maret 2026, yang berjalan seperti biasa, tak ada yang menyangka sebuah momen berbeda akan terjadi. Prabowo Subianto tiba-tiba hadir di tengah permukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat sebuah peristiwa yang sebelumnya tak pernah dibayangkan warga.
Kehadiran Presiden berlangsung tanpa pemberitahuan. Warga baru menyadari saat ia turun dari kendaraan dan mulai menyapa. Dalam hitungan detik, suasana berubah menjadi haru dan penuh ketidakpercayaan.
Warga dari berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, berlarian menghampiri. Mereka antusias ingin melihat dari dekat, berjabat tangan, hingga menyampaikan harapan secara langsung.
Salah satu warga, Nur Hanifah, mengaku terharu bisa bertemu langsung dengan Presiden. Ia bahkan meninggalkan aktivitas memasaknya demi menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu.
“Tadi lagi masak di dapur, jadi buru-buru keluar. Ada Bapak Presiden, Bapak Presiden. Wah, bapak saya, bapak ganteng. Pas keluar langsung cium tangan,” tuturnya penuh antusias.
Dalam kesempatan itu, Nur Hanifah juga berharap bantuan dari pemerintah dapat terus berlanjut. Harapan serupa disampaikan Yana, warga lainnya, yang menginginkan program bantuan sosial seperti PKH tetap berjalan, termasuk dukungan bagi anak-anak melalui program makan bergizi gratis (MBG).
“Pokoknya biar anak sekolah bisa terus seperti ini. Kami di sini mayoritas masih di bawah. Semoga berlanjut terus. Saya ibu rumah tangga, jadi ini sangat membantu anak-anak sekolah,” ujar Yana.
Cerita haru juga datang dari Wawan, seorang pengamen badut, yang mengaku nyaris tak kuasa menahan emosi saat melihat langsung kedatangan Presiden.
“Terharu, hampir mau nangis. Baru pertama kali ada Presiden datang ke sini. Rasanya senang sekali,” ucapnya.
Sementara itu, Cono, seorang pemulung yang tinggal di kawasan tersebut, mengaku sempat berbincang langsung dengan Presiden. Ia menggambarkan momen itu sebagai sesuatu yang spontan dan tak terduga.
“Ya kaget, spontan saja,” kata Cono.
Dalam perbincangan itu, Cono menyampaikan harapannya terkait keterbatasan tempat tinggal yang ia dan warga lain alami.
“Kata Pak Prabowo, mau tidak dibikinkan rumah susun? Saya bilang mau, Pak. Soalnya kami memang tidak punya banyak pilihan tempat tinggal,” ujarnya.
Kehadiran Prabowo Subianto di Kelurahan Kramat bukan sekadar kunjungan. Momen ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah rakyat menyapa, mendengar, dan merespons langsung kebutuhan mereka.
Di gang sempit yang biasanya luput dari perhatian, sore itu berubah menjadi ruang penuh harapan—tempat di mana warga merasa dilihat, didengar, dan diperhatikan oleh pemimpinnya.***(Foto: Ekobisnis.com/BPMI Setpres/Cahyo)
