EKOBISNIS.COM: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang menjadi penggerak utama ekosistem ekonomi, mulai dari tingkat desa hingga nasional.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan berbagai sektor.
Hal tersebut disampaikan Menko Muhaimin dalam kegiatan “Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat” di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Kamis (16/04/2026).
“Tentu lapangan kerja baru adalah komitmen dari pemberdayaan yang harus tumbuh di berbagai program kerja,” ujar Muhaimin.
Ia menilai keberhasilan percepatan program MBG tidak terlepas dari dukungan investasi yang signifikan. Dengan nilai investasi yang mencapai puluhan triliun rupiah, kolaborasi antara pemerintah dan sektor publik dinilai mampu mempercepat implementasi program sekaligus memperluas dampaknya.
“Investasi inilah yang akan menggerakkan ekonomi sekaligus menumbuhkan pendapatan masyarakat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Muhaimin juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan aliran anggaran program MBG dapat menjadi siklus ekonomi yang berkelanjutan di daerah. Kepala daerah diharapkan mampu mengelola potensi lokal, mulai dari produksi hingga distribusi, agar melibatkan pelaku usaha setempat.
“Kata kuncinya adalah kepala daerah. Bagaimana agar uang BGN yang masuk ke daerah itu menciptakan siklus ekonomi di daerah tersebut. Karena bergantung kepada kepala daerah dalam mengelola masukan-masukan dan produksi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi simpul penting dalam membangun ekosistem ekonomi dari hulu ke hilir. SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang memberikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
“SPPG menjadi kekuatan baru yang bisa menjadi penggerak dari seluruh proses ekonomi yang berlangsung di tanah air ini. Ekosistem SPPG dari hilir ke hulu harus menghasilkan peluang ekonomi masyarakat lokal dan tidak hanya bergantung kepada BGN, tetapi juga pemerintah dan kepala daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Muhaimin menekankan pentingnya pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal sebagai fondasi kemandirian ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong agar pelaku usaha di desa dapat tumbuh dan berkembang.
“Kita ingin para petani, peternak, dan pedagang lokal menjadi bagian utama dari rantai pasok program ini, sehingga mereka mampu berdiri secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan MBG, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas program, baik dari sisi pelaksanaan maupun dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Fokus ke depan diarahkan pada penguatan pemberdayaan jangka menengah dan panjang, termasuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru di Indonesia.
Terakhir, Muhaimin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung keberlanjutan program MBG.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah optimistis dapat membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata dari desa hingga tingkat nasional.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat)
