EKOBISNIS.COM: Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker) Yassierli menghadiri dan menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XVI periode 2026–2028 antara manajemen Bridgestone Tire Indonesia dan Serikat Pekerja. Kegiatan tersebut berlangsung di Bridgestone Indonesia Karawang Plant (KP), Kabupaten Karawang, pada Kamis (16/4).
Penandatanganan PKB XVI ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keharmonisan dan sinergi hubungan industrial.
Dalam sambutannya, Yassierli memberikan apresiasi atas terbangunnya hubungan industrial yang matang dan berkelanjutan di lingkungan Bridgestone Indonesia.
“Kita ingin hubungan industrial naik kelas, tidak hanya harmonis, tetapi juga proaktif dan transformatif, di mana pekerja dan perusahaan memiliki visi bersama untuk meningkatkan daya saing. Ada lima level maturitas hubungan industrial, yakni terfragmentasi, patuh, harmonis, proaktif, dan transformatif. Bridgestone Indonesia berada di antara level proaktif dan transformatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara nasional tingkat kematangan hubungan industrial di perusahaan masih beragam, mulai dari tahap fragmented hingga harmonis. Bridgestone Indonesia dinilai telah berada pada level hubungan industrial yang relatif maju dan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia.
Sementara itu, Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menaker serta dukungan yang diberikan kepada perusahaan dan para pekerja.
Ia menjelaskan bahwa Bridgestone Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mencatatkan kinerja ekspor yang kuat. Produk ban dari Indonesia telah diekspor ke lebih dari 70 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, hingga Jepang.
“Hal ini terjadi berkat cost competitiveness yang sukses dibangun bersama oleh manajemen dan seluruh karyawan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pencapaian perusahaan didukung oleh penerapan prinsip SEQCD, yaitu Safety, Environment, Quality, Cost, dan Delivery.
Pada aspek lingkungan, Bridgestone Indonesia Karawang Plant meraih penghargaan peringkat “Emas”, sementara Bekasi Plant meraih peringkat “Hijau” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Dari sisi kualitas, perusahaan mengusung filosofi “tires carry life” untuk memastikan standar global yang konsisten. Sementara efisiensi biaya dan ketepatan pengiriman menjadi kunci daya saing global perusahaan.
Direktur HRGA Bridgestone Indonesia, Yunus Triyonggo, menambahkan bahwa Menaker juga mengapresiasi penerapan filosofi 4P (Policy, People, Process, Product) dalam peningkatan produktivitas kerja, termasuk berbagai inovasi ergonomi di lingkungan kerja.
“Beliau berharap best practice ini dapat dipelajari dan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PKB XVI ini diharapkan semakin memperkuat fondasi perusahaan untuk melangkah lebih kokoh dan siap menghadapi tantangan masa depan.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok Daewoong)
