EKOBISNIS.COM: Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, bertemu Duta Besar Yunani untuk Indonesia, Dimitrios Michalopoulos, untuk membahas tindak lanjut rencana kerja sama penempatan Pekerja Migran Indonesia, khususnya melalui skema Government to Government (G2G).
Christina menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungannya ke Yunani pada November 2025, saat ia bertemu Wakil Menteri Migrasi dan Suaka Yunani, Sevi Voulodaki.
Dalam pertemuan sebelumnya, kedua pihak telah membahas rencana perumusan nota kesepahaman (MoU) untuk penempatan pekerja migran di sektor hospitality serta sejumlah sektor lainnya.
“Oleh karena itu, kami mendorong agar proses pembahasan MoU G to G ini dapat segera dimulai. Kami juga meminta dukungan Bapak Duta Besar untuk menyampaikan hal ini kepada pihak-pihak terkait di Yunani,” ujar Christina di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, pertemuan dengan Dubes Yunani ini merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi ketenagakerjaan sekaligus memperluas akses pasar kerja global bagi tenaga kerja Indonesia.
Christina menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja migran di Yunani saat ini cukup besar, terutama di sektor-sektor strategis. Kementerian P2MI berkomitmen membuka peluang penempatan yang aman, terstruktur, dan memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran Indonesia.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk konkret bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di luar negeri secara legal dan profesional,” tambah politisi Partai Golkar tersebut.
Sebelumnya, Christina juga telah bertemu Wakil Menteri Migrasi dan Suaka Yunani serta sejumlah agensi penempatan dan pengguna pekerja migran Indonesia di Yunani pada akhir November 2025.***(Foto: Ekobisnis.com/Dok KemenP2MI)
